31 May 2011 | 12:51 WIB

Emisi karbondioksida dari konversi hutan

(foto: sashomasho/flickr)

Dalam satu tahun, hutan primer menyimpan karbon rata-rata 300 ton per hektar. Sedangkan hutan sekunder menyimpan 132 ton per hektar.

Sementara itu, perkebunan sawit menyimpan 60 ton per hektar, karet 68 ton per hektar dan tebu 9 ton per hektar. Untuk lahan pertanian padi diperkirakan bisa menyerap karbon 11 ton per hektar.

Setiap konversi hutan menjadi lahan non hutan akan mengalami potensi kehilangan serapan karbon. Besaran emisi yang dilepas ke udara ketika hutan dikonversi adalah kehilangan serapan karbon hutan dikurangi serapan karbon pohon penggantinya ditambah dengan karbon yang dilepas saat proses konversi.

Untuk menghitungya terdapat empat hal yang perlu diamati, yakni: 1) Kehilangan biomassa akibat penebangan pohon. 2) Dekomposisi bahan organik tanah. 3) Terbakarnya karbon organik tanah bila pembersihan dilakukan dengan pembakaran. 4) Pengikatan karbon oleh tanaman pengganti bila dikonversi menjadi lahan perkebunan atau pertanian.

Tulis komentar