29 July 2011 | 11:47 WIB

Konsumsi fruktosa meningkatkan resiko penyakit jantung

(foto: flickr/creative commons)

Sebuah studi baru-baru ini menujukkan konsumsi fruktosa bisa meningkatkan resiko penyakit jantung. Orang dewasa yang mengkonsumsi fruktosa sebanyak 25 persen dari kebutuhan harian kalori mereka selama dua minggu, mengalami peningkatan kadar kolesterol dan trigiliserida. Kedua senyawa tersebut telah terbukti sebagai indikator peningkatan resiko penyakit jantung.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kimber Stanhope dari, Universitas California, dalam jurnal JCEM. Hasil ini menggugat ketentuan Pedoman Diet di AS yang menetapkan batas aman konsumsi gula adalah 25 persen dari kebutuhan kalori hariannya.

Dalam studi ini Kimber meneliti 48 orang dewasa berusia 18 sampai 40 tahun. Dia mencoba membandingkan efek mengkonsumsi gula seperti glukosa dan fruktosa terkait resiko penyakit kardiovaskuler. Setiap orang diberikan fruktosa sebanyak 25 persen dari kebutuhan kalorinya masing-masing.

Setelah dua minggu masing-masing orang dianalisis. Hasilnya secara umum orang-orang tersebut mengalami peningkatan kolesterol LDL, trigliserida dan apolipoprotein-B, suatu zat yang menyebabkan plak pada pembuluh darah. Tetapi yang mengkonsumsi glukosa tidak mengalami efek ini.

Adapun fruktosa dalam makanan sehari-hari banyak terdapat pada sirup dan jagung. Sedangkan glukosa antara lain terdapat pada gula tebu dan beras.

1 Komentar

  1. waduh, padahal suka sekali sirop dan jagung rebus. gubrak!

Tulis komentar