Pohon bisa mengingat asal muasal mereka

(foto: flickr/CC)
Seperti juga manusia, pohon-pohon bisa mengingat asal muasal mereka. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan Universitas Toronto Scarborough, Kanada.
Studi mengungkap bahwa pohon-pohon yang walaupun memiliki kesamaan genetik, akan menunjukkan pertumbuhan dan respon terhadap stres yang berbeda bergantung dari asal muasalnya. Perbedaan diduga karena pohon masih menyimpan memori dari pengalaman sebelumnya. Pohon yang diberasal dari lingkungan berbeda akan merespon stres dengan caranya masing-masing sesuai dengan keadaan lingkungan awalnya.
Dalam percobaannya tim peneliti menggunakan pohon poplar yang secara genetik identik dari dua tempat berbeda di Kanada. Kemudian kedua pohon tersebut dikembangbiakan dengan stek batang dan ditumbuhkan dalam lingkungan yang sama.
Pohon-pohon diberi perlakuan yang sama persis. Pada perkembangannya, tim peneliti menemukan sebagian pohon dalam kondisi kekeringan, sebagian lagi normal.
Tim pada awalnya mengira setiap pohon yang secara genetik identik akan menampakkan respon yang sama terhadap perlakuan yang sama. Namun faktanya pohon-pohon tersebut menujukkan respon yang berbeda tergantung dari asal mereka.
Para peneliti menemukan perbedaan tersebut berada pada level yang fundamental, yakni pada level gen. Meskipun semua pohon genetik identik, mereka menggunakan set gen yang berbeda dalam merespon kekeringan sesuai dengan pengalaman sebelumnya.
Kemampuan pohon untuk menyimpan memori pengalaman sebelumnya bisa membantu untuk menentukan kelangsungan hidup tanaman. Terutama untuk menanggapi perubahan iklim atau tekanan lingkungan lain seperti penyakit atau hama.